• End Mill Cutter
End mill cutter adalah alat potong yang berbentuk batang yang mempunyai mata potong diselubungnya dan dimukanya.alat potong ini digunakan untuk proses milling:
• permukaan datar
• alur lebar
ada 2 macam End mill cutter:
• roughing
• finishing
• Shell End Mill Cutter
Shell End mill cutter alat potong yang berbentuk silinder yang berlubang yang mana mata potong berada pada selubung dan muka dari alat potong, pengg
unaan Shell end mill cutter hampir sama dengan penggunaan end mill cutter hanya pada shell end mill bidang yang dimakan lebih luas.
ada 2 macam End mill cutter:
• roughing
• finishing
SUPER INSURGENT ARMY SITE
Kamis, 24 Februari 2011
PERBEDAAN SHELL END MILL CUTTER (SEMC) DAN END MILL CUTTER (EMC)
Rabu, 23 Februari 2011
Indonesia-Jerman Institute (IGI)
Perekonomian Indonesia pulih dari krisis Asia (1997 - 1998) lebih lambat dibandingkan negara-negara lain di wilayah ini. produktivitas rendah dibandingkan dengan negara tetangga adalah menyebabkan penurunan daya saing. Salah satu alasan adalah kurangnya tenaga kerja berkualitas. Sistem pelatihan kejuruan Indonesia saat ini tidak dapat bersaing dengan permintaan untuk karyawan akrab dengan teknologi modern. Dengan membuat teknologi modern yang tersedia, dan dengan demikian memfasilitasi pengembangan keterampilan yang sesuai, proyek ini memberikan kontribusi terhadap kinerja yang lebih baik dengan lembaga-lembaga pelatihan kejuruan di sektor-sektor terpilih dan memungkinkan mereka untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi di pasar kerja modern.
Tujuan
Kinerja usaha kecil dan menengah Indonesia di sektor-sektor yang dipilih secara signifikan lebih baik karena ketersediaan kompeten, karyawan terlatih dengan pengetahuan profesional teknologi modern. Efisiensi pelatihan kejuruan lembaga publik dan swasta bekerja sama dalam Aliansi untuk Pelatihan, Konsultasi dan Produksi Institut Indonesia-Jerman (dikenal sebagai Aliansi IGI) telah ditingkatkan.
Pendekatan
Proyek ini menyarankan Departemen Pendidikan Indonesia, Tenaga Kerja dan Industri dalam membangun jaringan lembaga swasta dan masyarakat modern dan inovatif yang menawarkan program pelatihan kejuruan. Jaringan sedang dibentuk dalam konteks saat ini bergerak untuk mengembangkan dan mereorganisasi pengelolaan pelatihan kejuruan, dan memanfaatkan pusat yang dikenal sebagai Unit Bisnis. Berdasarkan rencana bisnis, Bisnis Unit ini menawarkan produk mereka (produksi, pelatihan dan konsultasi) didukung oleh sumber daya IGI Alliance. Proses ini didukung oleh informasi bersama dan platform komunikasi.
Jaringan Aliansi menanggapi tuntutan pasar kerja dengan kualitas layanan pengadaan seperti pelatihan dan konsultasi. Layanan ini fokus pada pengerjaan logam dan sektor-sektor pengolahan kayu, pengolahan produk pertanian dan teknologi otomasi, termasuk otomatisasi kantor.
Sebagai akibat dari peningkatan peralatan dan kompetensi dari lembaga IGI, lulusan berkualitas lebih baik untuk pasar kerja.
Hasil yang dicapai sejauh ini
* Penelitian menunjukkan bahwa mengambil-up dari lulusan dari institusi IGI di pasar tenaga kerja relatif tinggi (73 persen) dibandingkan dengan lembaga pelatihan kejuruan di Indonesia (22 persen).
* Pemerintah daerah menunjukkan meningkatkan minat menghubungkan lembaga-lembaga lokal mereka pelatihan kejuruan dengan lembaga IGI. Aliansi IGI telah bertugas untuk mendirikan sebuah Universitas Politeknik di Propinsi Riau.
* Sebuah platform untuk e-learning dan database berbasis web telah didirikan dan siap untuk digunakan.
* Proporsi peserta perempuan telah meningkat secara signifikan hingga 20 persen sebagai hasil dari modul pelatihan baru di bidang desain (konstruksi, kayu, mekatronika dan tekstil) dan administrasi.
* lembaga IGI telah mendirikan berbagai usaha kerjasama. Bekerja sama dengan Institute Malaysia-Jerman, sejumlah program pelatihan guru yang dilakukan dan alat bantu pengajaran untuk mekatronik dikembangkan. Institut IGI bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam produksi dan pemasaran bio-pestisida dan ekstrak lidah buaya. Kemitraan telah dibentuk dengan sektor swasta dan publik dalam industri mebel dan untuk sebuah aplikasi perangkat lunak akuntansi.
* Sejauh ini, empat lembaga mitra telah disertifikasi sesuai dengan ISO 9001:2000, dan lembaga mitra lebih lanjut dalam tahap persiapan untuk sertifikasi.
JAM MINUS ALAT
Meskipun gw udah lepas dari ujian, tapi hari ini, 23 Februari 2011, gw masih pergi ke kampus dengan 1 tujuan. L.E.M.B.U.R
Hahaha, emang sesuatu istilah yang janggal terasa mengingat gw sendiri masih berada di bangku kuliah, dan tentu saja belum kerja.
Seperti dari posting gw sebelumnya mengenai jam minus dan jam plus. Gw sedang mendapat jam minus yang lumayan gede lah kalo menurut gw…yakni sekitar 200 jam. Otomatis gw harus membayar jam minus tersebut bila masih pengen kuliah.
Hanya 1 alat sebenernya yang gw rusakin, berbeda dengan temen2 gw yang sering ngrusakin alat, tapi nggk pernah ngecapai minus yang gw alamin.
Gw Cuma bikin gempal sebuah batu gerinda. Batu gerinda sebuah mesin gerinda permukaan (surface grinding) NC yang berbentuk bulat, menjadi ada satu coakan besar di salah satu sisinya….
Bayangin aja kalo batu gerinda tersebut adalah sebuah ban motor, wkwkwkwk
Bisa goyang2 g karuan tuh badan sang pengemudi kaya naik odong2 kalo make ban yang punya coak segede itu…
Pertama2nya c gw g nyangka kalo bakalan dapet minus segede itu, scara gerinda cm berfungsi sebagai penghalus permukaan benda, n nggk mbikin bentuk2 baru yang bernilai wah
Gw ngrusakin batu gerinda itu pas gw lagi ngerjain tes grinding, ngebikin benda kotak dengan ukuran presisi, kesejajaran n kesikuannya bagus, dengan tingkat kehalusan yang tinggi.
Kejadian ini g bakalan terjadi kalo instruktur grinding gw nggak ngbikin benda kasarnya memiliki kesikuan 0.3, atau kalau gw setting zero positionnya nggak salah.
Gila kan, suatu benda grinding dibuat nggak siku segede itu….ckckck
Padahal tujuannya aja bikin halus permukaan, kenapa coba ampe dibikin ukuran awal yang bisa membahayan operator….?
Meski nilai rata2 permesinan gw termasuk lumayan di kampus, tapi gw selalu hati-hati kalo mengoperasikan mesin, cek semuanya dulu bener apa nggak, baru deh gw jalanin mesinnya. Entah lagi apes atau apa, pas di bidang terakhir dengan pencekaman yang kuat (benda tercekam pada meja magnet dan 2 besi kotak sebagai penyangga) musibah itu datang. Gw seting zero position batu tepat di tengah2 benda.
itu kesalahan terbesar gw, seharusnya gw seting zero pada bidang tertinggi dari benda kerja. Gw nggk mikir sejauh itu, soalnya estimasi pengerjaan gw yang udah lewat, dan waktu hampir nunjukin jam 4, atau waktu cleaning.
Setelah seting zero di tengah benda, gw ngejalanin batu gerinda secara manual ke arah melintang menjauhi gw (titik tertinggi ada di arah melintang di deket gw)
Abis itu gw jalanin mesin, dan jalanin otomatis pneumatic secara perlahan terlebih dahulu. Gw masih belum tau kalo setingan zero gw itu salah setelah batu gerinda bergerak melintang dan memanjang sebanyak 2x, baru setelah itu…..DAaaannngG
Bunyi keras benda kerja dan penyangga besi yang terlempar mengenai cover besi mesin yang berada di kiri mesin. Gw nggak sadar kalo benda gw lah yang bikin bunyi sekeras itu, karena gw praktek berbarengan di ruangan yang sama ama bocah2 cnc dan orang produksi.
Gw abis itu ngliat ke meja mesin gw, dan ternyata tinggal 1 batang besi penyangga yang tersangkut di meja magnet mesin…..
“hlah, benda gw mana” dalam hati gw
Spontan
Langsung gw tekan tombol emergency dan ketawa ketiwi sejenak ama bocah2 gara2 kejadian yg gw bikin, trus lapor ke instuktur….
Setelah balik lagi, ternyata batu gerinda udah lepas dari cekaman spindle dan meja magnet ada luka coakan yang lumayan dalem…
Mampus dah gw, soalnya gw udah tau kisaran harga batu gerinda yang biasa dipakai itu….sekitar jutaan rupiah, entah tepatnya berapa.
Setelah di itung2, ternyata batu gerinda itu berharga 3juta dan kerusakan meja magnet tersebut dinilai 1juta…..gila, duit dari mana gw bisa nebus barang kaya gitu.
Nilai kerusakannya dibagi 2 antara gw ama kampus, dan diperhitungkan sesuai dengan kondisi batu yang tinggal 50% dan sekarang menjadi 10%.
Sampailah gw dapet minus 170 jam ditambah minus murni gw yang disebabin gw yang beberapa kali bolos kuliah….200 sudah, gw harus bayar itu dengan lembur-seperti ini. Untung masih ada computer di ruang praktek, jadi penulis masih bias menulis :)
Posting terkait
jam minus dan jam plus
REMEDIAL - REMIDI – HER - PERBAIKAN
Adalah suatu istilah perbaikan nilai yang telah penulis ketahui sejak SMP, hingga sekarang, ketika penulis duduk di bangku perkuliahan.
Remedial diberikan kepada siswa maupun mahasiswa yang memiliki nilai dibawah cukup, dan dilakukan perbaikan untuk mencapai nilai cukup.
Untuk standar nilai cukup itu sendiri, antara sekolah yang satu dengan yang lain, maupun antara kampus yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Tergantung kebijakan dari masing-masing instansi tersebut.
Untuk standar umum yang biasanya dipakai ialah nilai cukup diberikan untuk siswa yang mendapat nilai 6 (enam), atau mahasiswa yang mendapatkan nilai C.
Remedial biasanya juga menghasilkan nilai batas bawah dari cukup, dan tidak akan mendapatkan grade nilai “baik” atau lebih.
Sampai saat ini, begitu banyak teman penulis yang berulang kali melakukan ujian perbaikan untuk memperbaiki beberapa nilainya yang kurang begitu memuaskan. Tapi puji tuhan, dan bukannya sombong, penulis sendiri belum pernah merasakan ujian perbaikan semacam itu :)